Kelompok Studi Komunikasi Pascasarjana Unpad

Bersama Kita Berkarya Memimpin Dunia

Ketika Artis Masuk Politik

Ditulis oleh kskunpad di/pada Agustus 21, 2008

Oleh : Paulinus Freddy SS

Euphoria demokrasi di Indonesia selama Pilkada 2008 terutama mejelang Pilpres 2009 mendatang membawa wacana unik yang di blow up dan ditangkap peluang nya oleh partai-partai politik. Ramainya figur-figur selebritis yang kadung lekat dengan masyarakat terutama artis-artis sinetron nasional berbondong-bondong mencemplungkan dirinya kedalam aktivitas politik menjadi fenomena unik tersendiri yang mewarnai wacana demokrasi di negeri ini. Dari segi efektivitas sebenarnya peluang artis-artis ini untuk sukses sebagai “pengeruk suara” cukup besar, dengan modal ketenaran dan dikenal masyarakat, dimana para artis yang kemudian berkecimpung didunia politik diharapkan mampu menciptakan posisi sebagai votegetter terhadap massa suatu daerah pemilihan.

Fenomena artis masuk kekancah politik sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru di negeri ini. Beberapa artis memang ada yang telah lama menekuni bidang politik sebagai aktivitas barunya, sebut saja (Alm.) Sophan Sophian, H. Rhoma Irama, Adjie Massaid, dll. Akan tetapi action para artis ketika masuk kedalam dunia politik diatas tidaklah seperti sekarang ini, yang terlihat sangat memanfaatkan momentum terutama ketika Rano Karno dan Dede Yusuf sukses di Tahun 2008 ini dalam kegiatan politiknya. Dalam tatanan ilmu komunikasi, fenomena figur artis yang berkecimpung di dunia politik ini bisa dimasukkan kedalam ranah teori Two-Step Flow Communication Theory jika dilihat posisi mereka sebagai figur yang dikenal publik yang didalam misinya didunia politik terutama di partai politik yang menaunginya sebagai oinion leader ketika berkampanye terhadap massa masyarakat secara daerah atau nasional.

Namun hal ini sebenarnya perlu juga dicermati dengan baik dan seksama, karena apabila ditilik dari sisi kredibilitas politik individu artis – artis yang berkecimpung di kancah politik ini, tidak semuanya memiliki pengalaman dan track record yang cukup secara signifikan didalam berjuang menyuarakan suara rakyat sebelumnya. Tanpa bermaksud menjadi sinis menanggapi dinamika kehidupan berpolitik di negeri ini, akan tetapi janganlah wacana selebritis terjun kedalam kancah politik hanya menjadi retorika dagangan partai politik semata yang kemudian menjadi salah kaprah ketika hal ini menjadi ajang pembuktian ego dan ambisi individu sang selebritis semata tanpa realisasi diantara janji-janji muluk dan seliweran kalimat dagangan politik semata untuk membodohi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>